Kali ini, raden kian santang akan mengisahkan tentang Padjajaran yang akan dihadapkan musuh kuat dari kerajaan Champa, yang tidak lain ialah Pangeran Wangdi dan Putri Nima. Kedua pendekar kni memiliki kemampuan untuk mengubah segala sesuatu menjadi es. Mereka telah membuat kacau kerajaan Padjajaran menggunakan pusaka sakti yang mereka miliki, yakni Tombak Takdir.
Sementara itu, raden kian santang kembali ke masa Padjajaran karena memiliki misi untuk mendapatkan tiga Tombak Naga Sakti. Tiga Tombak Naga Sakti sendiri merupakan sebuah senjata yang mampu untuk mengalahkan dua pendekar Kerajaan Champa tersebut. Maka dari itu, tidak heran kemudian raden kian santang pergi ke Gunung Slamet untuk medapatkan salah satu tombak tersebut.
Di saat yang bersamaan, Siliwangi berusaha untuk mempertahankan Padjajaran dan keluarganya dari adanya ancaman besar akibat ulah Pangeran Wangdi dan Putri Nima. RarasAntang bersama dengan Yudakara mencari tombak sakti ketiga di Gunung Ciremai.
Kemudian, para Punggawa Padjajaran yang berasal dari masa depan Walangsungsang, Rarasantang, Surawisesa, serta Paman Cacing kemudian muncul secara tiba-tiba karena ingin menyelamatkan raden kian santang yang saat ini sedang terjebak di masa lalu. Pada akhirnya, konflik Kandangwesi berhasil terselesaikan sehingga raden kian santang kemudian menyerahkan tahta kepada Kerajaan pada Parwati. Kemudian, raden kian santang pamit pulang ke Pajajaran bersama dengan saudaranya.
Sementara itu, di Kerajaan Sukamulya, tepatnya perdikan Kerajaan Padjajaran, terdapat seorang perempuan yang memiliki paras cantik namun juga terlihat begis. Wanita tersebut tidak lain adalah Putri Nima. Putri Nima memiliki tombak besar dengan ujung tombak yang terlihat bersinar. Bahkan karena sinarnya, tongkat tersebut sampai membuat menyilaukan. Tongkat tersebut tidak lain adalah tombak takdir. Putri Nima kemudian mengayunkan tombak takdir yang sekaligus merupakan tongkat miliknya tersebut. Kemudian, ada cahaya biru yang melesat memendar dari tongkat milik Putri Nima. Seketika, para prajurit sekaligus pohon-pohon dan binatang-binatang berubah wujud menjadi es.
Kemudian, akhirnya muncul juga Prabu Darmala, Raja Suka Mulya. Putri Nima kemudian menyerang Darmala hingga akhirnya ia membeku. Kemudian ia juga menuduhnya sebagai pengkhianat yang melakukan penghinaan terhadap Kerajaan Champa, yang tidak lain merupakan kerajaan asal Putri Nima. Setelah itu, istri Darmala dibawa pergi kemudian secara mengejutkan seluruh Kerajaan Suka Mulya semuanya berubah menjadi es.
Sementara itu di sisi lain, raden kian santang yang baru saja keluar dari Lobang Cacing kemudian berada di sebuah negeri es yang sangat dingin. Tiba-tiba, muncul juga seorang gadis cantik yang usianya 10 tahun. Gadis cantik tersebut berlari dan terlihat panik sehingga ia menghampiri raden kian santang dan saudaranya. Gadis cantik tersebut tidak lain ialah Maya yang merupakan Putri Prabu Darmala. Maya merupakan satu-satunya orang yang selamat dari Kerajaan Suka Mulya yang saat ini sudah berubah menjadi es. Maya kemudian menceritakan apa yang terjadi pada keluarganya.
Kerajaan Suka Mulya sendiri merupakan sebuah perdikan Padjajaran dan raden kian santang merasa bertanggung jawab untuk menyelamatkannya. Kemudian akhirnya terjadi pertarungan antara raden kian santang dengan Putri Nima. Namun ternyata Putri Nima sangat sakti sehingga tidak bisa dikalahkan, termasuk oleh pedang Zulfikar. Kemudian, menggunakan Tombak Takdir, Walangsungsang dan Suwaresa terjebak menjadi beku. Akhirnya, raden kian santang dan Rara Santang terpaksa mau tidak mau harus mundur sambil berusaha menyelamatkan Walangsungsang, Maya, serta Surawisesa yang sudah membeku.