Biaya Pendidikan Anak Melambung, Ini 5 Jurus Jitu Siap-siapnya

Buat kamu yang udah jadi orang tua (atau sedang menuju ke sana), pasti sadar satu hal: biaya pendidikan anak itu naiknya nggak tanggung-tanggung. Bahkan menurut data BPS, inflasi pendidikan tahun 2025 lebih tinggi dari inflasi nasional. Artinya? Kalau kamu nggak mulai siapin dari sekarang, bisa-bisa kamu yang kelabakan di kemudian hari.

Tapi tenang, ada cara cerdas buat tetap tenang di tengah naiknya biaya sekolah. Yuk, kuasai 5 strategi ini biar kamu nggak ketinggalan langkah.

  1. Riset dan Rancang Dari Sekarang

Mulai dari jenjang PAUD sampai universitas, coba deh hitung-hitung biaya masuk, SPP, transportasi, les tambahan, hingga uang saku anak. Jangan lupa tambahkan estimasi kenaikan harga (inflasi) tiap tahun, biasanya di kisaran 10-15%.

Contoh: biaya masuk SD saat ini Rp10 juta, dalam 5 tahun ke depan bisa jadi hampir Rp20 juta. Kalau nggak punya simulasi sejak dini, kamu bisa salah ambil keputusan atau bahkan terpaksa berutang.

  1. Buat Rekening Khusus untuk Pendidikan Anak

Kunci supaya kamu nggak tergoda pakai dana pendidikan untuk keperluan lain adalah pisahkan rekeningnya sejak awal. Dengan sistem seperti ini, kamu bisa lebih terarah, entah kamu mau menyimpan mingguan, bulanan, atau langsung deposito tahunan.

Kalau perlu, manfaatkan fitur autodebet biar lebih disiplin. Anggap aja ini kayak nyicil masa depan anak.

  1. Pilih Instrumen Keuangan yang Sesuai

Nggak semua uang pendidikan harus ditaruh di tabungan biasa. Uang yang kamu rencanakan untuk 2–3 tahun ke depan lebih cocok dimasukkan ke instrumen rendah risiko, seperti deposito. Apalagi sekarang banyak opsi deposito yang menawarkan bunga tinggi dengan fleksibilitas pencairan.

Untuk jangka panjang seperti biaya kuliah, kamu bisa pertimbangkan reksadana, logam mulia, atau produk investasi lain yang sesuai profil risiko kamu.

  1. Tentukan Target & Jangka Waktu yang Realistis

Tiap anak mungkin punya rencana pendidikan yang berbeda. Yang satu mau kuliah kedokteran, yang satu tertarik ke luar negeri. Maka, kamu perlu pisahkan targetnya sejak awal. Tentukan berapa lama kamu akan kumpulkan dana, dan berapa besar yang perlu disisihkan setiap bulan.

Kalau kamu sudah tahu target dan jangka waktunya, kamu jadi lebih mudah memilih instrumen, mana yang butuh hasil cepat, mana yang bisa ditaruh di tempat dengan bunga tinggi dan hasil jangka panjang.

  1. Review & Evaluasi Setiap Tahun

Ini sering dilupakan. Padahal, dalam setahun bisa banyak hal berubah: harga sekolah naik, penghasilan kamu berubah, atau bahkan kamu berpindah kota. Evaluasi setahun sekali akan bantu kamu tetap on track.

Kalau kamu merasa strategi yang kamu jalani belum efektif, ini momen buat atur ulang alokasi dan distribusi dana pendidikan.

Krom Bank, Solusi Keuangan Pintar untuk Pendidikan Anak

Buat kamu yang butuh platform yang fleksibel dan hasilnya jelas, Krom Bank adalah salah satu bank digital terbaik yang layak jadi andalan. Dengan sistem yang simple tapi powerful, Krom bantu kamu membangun dana pendidikan anak dengan lebih tertata dan optimal.

Apa saja yang ditawarkan?

  • Bunga tinggi hingga 8,75% per tahun lewat deposito berjangka
  • Fleksibel: tarik deposito sebelum jatuh tempo tetap dapat bunga 6%
  • Bisa bikin hingga 40 tabungan dan deposito berbeda sesuai tujuan
  • Transfer gratis 100x per bulan, tanpa biaya admin

Dengan semua fitur ini, kamu bisa dengan mudah membuat pos khusus untuk dana masuk TK, SD, SMP, SMA, sampai kuliah anak, semua dalam satu aplikasi.

Kelebihan sistem Krom Bank bukan cuma dari bunga tinggi yang bikin uangmu tumbuh, tapi juga fleksibilitasnya. Kamu nggak harus jadi ahli keuangan dulu buat bisa mulai. Yang kamu butuh cuma niat, konsistensi, dan tools yang tepat.

Download Krom Bank sekarang, dan mulai wujudkan rencana pendidikan anak tanpa harus khawatir biaya yang terus melambung.