Mau Melakukan Sterilisasi? Simak Fakta Terkait Efek Steril Kucing Berikut Ini!

Istilah steril kucing mungkin sudah tidak asing lagi untuk para pemilik kucing. Ya, sterilisasi atau kebiri kucing merupakan sebuah prosedur yang bertujuan untuk mencegah kucing memiliki keturunan terlalu banyak.

Selain itu, pemilik kucing biasanya melakukan sterilisasii dengan tujuan untuk mencegah kucing jantannya buang air sembarangan / menandai wilayah pada musim kawin. Sebelum memutuskan untuk melakukan sterilisasi pada kucing ada baiknya kamu mengetahui sejumlah faktanya terlebih dahulu.

Apa itu Steril Kucing?

Sebelum membahas fakta terkait efek sterilisasi pada kucing, sebiknya kamu mengetahui terlebih dahulu tentang apa itu steril kucing.

Sepetrti yang sudah dikatakan di atas, sterilisasi atau pengebirian pada kucing merupakan sebuah tindakan pengeluaran / pengangkatan induk telur atau testis dari kucing.

Sterilisasi kucing tidak mungkin dilakukan tanpa adanya manfaat yang didapatkan. Sterilisasi pada kucing memiliki beberapa manfaat, daiantaranya yaitu mengurangi kebiasaan spraying, mencegah kucing berkeliaran / berkelahi, serta mencegah penyakit tertentu seperti kanker testis, masalah pada prostat, serta mengurangi penyebaran penyakit akibat virus, contohnya FIV atau Feline Immunodeficiency Virus.

Fakta Steril Kucing

Meski begitu banyak manfaat dari Steril kucing sebagian dari para pemilik kucing justru menghindari prosedur ini karena takut akan efek yang kurang bagus.

Beberapa kesalahpahaman terkait efek dari sterisilasi pada kucing memang kerap beredar di lingkungan masyarakat. Untuk meluruskan informasi tersebut, yuk simak beberapa fakta tentang efek dari kebiri / sterilisasi kucing.

  • Kucing tidak akan mengalami obesitas setelah disteril, asalkan kucing tidak makan berlebihan dan rurin melakukan olahraga.
  • Walaupun proses sterilisasi dilakukan di usia dini, ini tidak akan berpengaruh pada perkembangan fisik kucing tersebut, termasuk tinggi badan ataupun ukuran organ intim kucing.
  • Sterilisasi tidak akan mengubah kepribadian kucing. Hanya saja mungkin kucing akan menjadi sedikit lebih tenang, lebih jarang berkelahi / berkeliaran, dan tidak pipis sembarangan.

Beberapa fakta lain tentang steril kucing diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Sterilisasi dilakukan karena memiliki beragam manfaat seperti mencegah pyometra, mengontrol populasi, dan membuat kucing lebih sehat.
  • Usia kucing yang akan disteril harus diperhatikan. Tidak sembarang kucing bisa disteril, ada batasan umur serta berat badan untuk kucing yang akan disteril, yakni telah berusia minimal 5 bulan dan berat badannya sudah mencapai 1,5 kg.
  • Prosedur operasi sterilisasi kucing tidak berbeda dengan operasi biasanya.
  • Proses sterilisasi tergolong aman. Waktu pemulihan pasca operasi juga tidak terlalu lama, yaitu sekitar 4 sampai dengan 7 hari.
  • Perawatan tidak harus di klinik hewan. Perawatan bisa dilakukan di rumah asalkan pemiliknya telaten.

Nah demikianlah fakta-fakta soal steril kucing, sudah paham kan? Sekarang kamu tidak perlu ragu untuk melakukan sterilisasi pada kucing apabila memang dibutuhkan.